Minggu, 21 September 2014

upacara adat sunda mapag panganten di bandung

 
Upacara adat sunda mapag panganten di bandung call 0857 203 250 16.

" SANGGAR DASELA  "


MENERIMA PAKET ACARA UPACARA ADAT SUNDA TERLENGKAP DENGAN KONSEP ELIT, ELEGAN DAN BERKELAS DI KOTA BANDUNG.

DIANTARA PAKET NYA ADALAH:

1.UPACARA ADAT SUNDA MAPAG PANGANTEN PAKET 1


  1. PAYUNG AGUNG 1 PERSONIL
  2. PAYUNG KENCANA 4 PERSONIL
  3. PENARI MERAK ATAU BADAYA 4 PERSONIL
  4. AKI LENGSER 
  5. PENARI BAKSA 2 PERSONIL
  6. PENARI RAMA DAN SHINTA
  7. SAWER , MELEM HARUPAT PLUS INJAK TELUR, SUNGKEM
  8. DEGUNG 
  9. GAMELAN LIVE PLUS NAYAGA

Upacara Adat Sunda Lengser versi musik degung  

harga/biaya  Rp 9.5 jt.


2.UPACARA ADAT SUNDA MAPAG PANGANTEN PAKET 2


  1. PAYUNG AGUNG 1 PERSONIL
  2. PAYUNG KENCANA 2 PERSONIL
  3. PENARI MERAK ATAU BADAYA 4 PERSONIL
  4. PENARI BAKSA 1 PERSONIL
  5. RAMA DAN SHINTA
  6. AKI LENGSER
  7. SAWER , SUNGKEM , MELEMHARUPAT DAN INJAK TELUR
  8. GAMELAN LIVE PLUS NAYAGA
  9. KACAPIAN


Upacara Adat Sunda Lengser versi kacapi suling  

harga/biaya  Rp 8.5 jt.



SEMUA MENU TERSEBUT DI ATAS SUDAH DI PAKET SETIAP PAKET NYA SILAHKAN ANDA PILIH SENDIRI
AGAR RESEPSI ANDA AKAN LEBIH BERKELAS, ELIT DAN ELEGAN ....

TUNGGU APALAGI SILAHKAN KONTAK LANGSUNG 

0857 203 250 16

Jumat, 19 September 2014

Susunan (Tata Cara) Upacara Pernikah Adat Sunda


Susunan (Tata Cara) Upacara Pernikah Adat Sunda

UPACARA ADAT SUNDA DI BANDUNG CALL/SMS/WA 0857 203 250 16. 

 

Upacara Adat Perkawinan / Pernikahan Sunda Lengkap :
 

Pemandu Seserahan 
Siraman & Ngeuyeuk Seureuh diiringi musik Kecapi Suling. Sawer, buka pintu, huap lingkung setelah akad nikah. Upacara penyambutan pengantin/Mapag Panganten dengan karawitan/gamelan diiringi penari, pembawa payung, dan lengser untuk resepsi. 
Tarian hiburan (Salah satu : Topeng, Merak, Jaipongan, dll) menggunakan kaset.
M.C Adat dan M.C Umum untuk akad nikah dan resepsi, Wedding.

Pernikahan memang satu upacara sakral yang diharapkan sekali seumur hidup. Bentuk pernikahan banyak sekali bentuknya dari yang paling simple, dan yang ribet karena menggunakan upacara adat. Seperti pernikahan adat Sunda ini, kekayaan budaya tatar Sunda bisa dilihat juga lewat upacara pernikahan adatnya yang diwarnai dengan humor tapi tidak menghilangkan nuansa sakral dan khidmat.
Ada beberapa acara yang harus dilakukan untuk melangsungkan pernikahan, mulai dari lamaran dan lainnya.
Ada Neundeun Omong (Menyimpan Ucapan): Yaitu, Pembicaraan orang tua atau pihak Pria yang berminat mempersunting seorang gadis. Dalam pelaksanaannya neundeun omong biasanya, seperti berikut ini :


  • Pihak orang tua calon pengantin bertamu kepada calon besan (calon pengantin perempuan). Berbincang dalam suasana santai penuh canda tawa, sambil sesekali diselingi pertanyaan yang bersifat menyelidiki status anak perempuannya apakah sudah ada yang melamar atau atau masih (belum punya pacar)
  • Pihak orang tua (calon besan) pun demikian dalam menjawabnya penuh dengan benyolan penuh dengan siloka
  • Walapun sudah sepakat diantara kedua orang tua itu, pada jaman dahulu kadang-kadang anak-anak mereka tidak tahu.
  • Di beberapa daerah di wilayah pasundan kadang-kadang ada yang menggunakan cara dengan saling mengirimi barang tertentu. Seperti orang tua anak laki-laki mengirim rokok cerutu dan orang tua anak perempuan mengerti dengan maksud itu, maka apabila mereka setuju akan segera membalasnya dengan mengirimkan benih labu siam (binih waluh siam). Dengan demikian maka anak perempuannya itu sudah diteundeunan omong (disimpan ucapannya).
Narosan (Lamaran) : Dilaksanakan oleh orang tua calon pengantin beserta keluarga dekat, yang merupakan awal kesepakatan untuk menjalin hubungan lebih jauh. Pada pelaksanaannya orang tua anak laki-laki biasanya sambil membawa barang-barang, seperti yaitu :
  • Lemareun, (seperti daun sirih, gambir, apu )
  • Pakaian perempuan
  • Cincin meneng
  • Beubeur tameuh (ikat pinggang sang suka dipakai kaum perempuan terutama setelah melahirkan
  • Uang yang jumlahnya 1/10 dari jumlah yang akan dibawa pada waktu seserahan
Barang-barang yang dibawa dalam pelaksanaan upacara ngalamar itu tidak lepas dari simbol dan makna seperti :
  • Sirih, bentuknya segi tiga meruncing ke bawah kalau dimakan rasanya pedas. Gambir rasanya pahit dan kesat. Apu rasanya pahit. Tapi kalau sudah menyatu rasanya jadi enak dan dapat menyehatkan tubuh dan mencegah bau mulut.
  • Cincin meneng yaitu cincin tanpa sambungan mengandung makna bahwa rasa kasih dan sayang tidak ada putusnya
  • Pakaian perempuan, mengandung makna sebagai tanda mulainya tanggung jawab dari pihak laki-laki kepada perempuan
  • Beubeur tameuh, mengandung makna sebagai tanda adanya ikatan lahir dan batin antara kedua belah pihak
Tunangan : Pada tunangan dilakukan patukeur beubeur tameuh, yaitu penyerahan ikat pinggang warna pelangi atau polos pada si gadis.
Seserahan : Dilakukan 3-7 hari sebelum pernikahan, yaitu calon pengantin pria membawa uang, pakaian, perabot rumah tangga, perabot dapur, makanan dan lainnya.
Seminggu atau 3 hari menjelang peresmian pernikahan, di rumah calon mempelai berlangsung sejumpah persiapan yang mengawali proses pernikahan, yaitu Ngebakan atau Siraman. Berupa acara memandikan calon pengantin agar bersih lahir dan batin, acara berlangsung siang hari di kediaman masing-masing calon mempelai. Bagi umat muslim, acara ini terlebih dahulu diawali dengan pengajian. Tahapan acara siraman adalah:
  • Ngecagkeun Aisan. Calon pengantin wanita keluar dari kamar dan secara simbolis digendong oleh sang ibu, sementara ayah calon pengantin wanita berjalan di depan sambil membawa lilin menuju tempat sungkeman. Upacara ini dilaksanakan sehari sebelum resepsi pernikahan, sebagai simbol lepasnya tanggung jawab orang tua calon pengantin. Property yang digunakan:
    • Palika atau pelita atau menggunakan lilin yang berjumlah tujuh buah. Hal ini mengandung makna yaitu rukun iman dan jumlah hari dalam seminggu
    • Kain putih, yang mengandung makna niat suci
    • Bunga tujuh rupa, mengandung makna bahwa perilaku kita, selama tujuh hari dalam seminggu harus wangi yang artinya baik.
    • Bunga hanjuang, mengandung makna bahawa kedua calon pengantin akan memasuki alam baru yaitu alam berumah tangga.
Langkah-langkah upacara ini adalah:
  • Orang tua calon pengantin perempuan keluar dari kamar sambil membawa lilin/ palika yang sudah menyala,
  • Kemudian di belakangnya diikuti oleh calon pengantin peremupan sambil dililit (diais )oleh ibunya.
  • Setelah sampai di tengah rumah kemudian kedua orang tua calon pengantin perempuan duduk dikursi yang telah dipersiapkan
  • Untuk menambah khidmatnya suasana biasanya sambil diiring alunan kecapi suling dalam lagu ayun ambing.
Ngaras
Permohonan izin calon mempelai wanita kemudian sungkem dan mencuci kaki kedua orangtua pelaksanaan upacara ini dilaksanakan setelah upacara ngecagkeun aisan. Pelaksaannya sebagai berikut:
Calon pengantin perempuan bersujud dipangkuan orang tuanya sambil berkata:
 
“Ema, Bapa, disuhunkeun wening galihnya, jembar
manah ti salira. Ngahapunteun kana sugrining kalepatan sim abdi. Rehing dina dinten enjing pisan sim abdi seja nohonan sunah rosul. Hapunten Ema, hapunten Bapa hibar pangdu’a ti salira.”

Orang tua calon perempuan menjawab sambil mengelus kepala anaknya:
 
“Anaking, titipan Gusti yang Widi. Ulah salempang hariwang, hidep sieun teu tinemu bagja ti Ema sareng ti Bapa mah, pidu’a sareng pangampura, dadas keur hidep sorangan geulis”

Selanjutnya kedua orang tua calon pengantin perempuan membawa anaknya ke tempat siraman untuk melaksanakan upacara siraman.
  • Pencampuran air siraman. Kedua orangtua menuangkan air siraman ke dalam bokor dan mengaduknya untuk upacara siraman.
  • Siraman. Diawali musik kecapi suling, calon pengantin wanita dibimbing oleh perias menuju tempat siraman dengan menginjak 7 helai kain. Siraman calon pengantin wanita dimulai oleh ibu, kemudian ayah, disusul oleh para sesepuh. Jumlah penyiram ganjil; 7, 9 dan paling banyak 11 orang. Secara terpisah, upacara yang sama dilakukan di rumah calon mempelai pria. Perlengkapan yang diperlukan adalah air bunga setaman (7 macam bunga wangi), dua helai kain sarung, satu helai selendang batik, satu helai handuk, pedupaan, baju kebaya, payung besar, dan lilin.
Pelaksanaan upacara siraman seperti berikut:
  1. Sesudah membaca doa, Ayah calon pengantin langsung menyiramkan air dimulai dari atas kepala hingga ujung kakunya. Setelah itu diteruskan oleh Ibunya sama seperti tadi. Dan dilanjutkan oleh kerabat yang harus sudah menikah.
  2. Pada siraman terakhir biasanya dilakukan dengan malafalkan jangjawokan (mantra) seperti berikut:
cai suci cai hurip
cai rahmat cai nikmat
hayu diri urang mandi
nya mandi jeung para Nabi
nya siram jeung para Malaikat
kokosok badan rohani
cur mancur cahayaning Allah
cur mancur cahayaning ingsun
cai suci badan suka
mulih badan sampurna
sampurna ku paraniam
  • Potong rambut atau Ngerik. Calon mempelai wanita dipotong rambutnya oleh kedua orangtua sebagai lambing memperindah diri lahir dan batin. Dilanjutkan prosesi ngeningan (dikerik dan dirias), yakni menghilangkan semua bulu-bulu halus pada wajah, kuduk, membentuk amis cau/sinom, membuat godeg, dan kembang turi. Perlengkapan yang dibutuhkan: pisau cukur, sisir, gunting rambut, pinset, air bunga setaman, lilin atau pelita, padupaan, dan kain mori/putih. Biasanya sambil dilantunkan jangjawokan juga:
Peso putih ninggang kana kulit putih
Cep tiis taya rasana
Mangka mumpung mangka melung
Maka eunteup kana sieup
Mangka meleng ka awaking, ngeunyeuk
seureuh
  • Rebutan Parawanten. Sambil menunggu calon mempelai dirias, para tamu undangan menikmati acara rebutan hahampangan danbeubeutian. Juga dilakukan acara pembagian air siraman.
  • Suapan terakhir. Pemotongan tumpeng oleh kedua orangtua calon mempelai wanita, dilanjutkan dengan menyuapi sang anak untuk terakhir kali masing-masing sebanyak tiga kali.
  • Tanam rambut. Kedua orangtua menanam potongan rambut calon mempelai wanita di tempat yang telah ditentukan.
Lalu dilanjutkan dengan Ngeuyeuk Seureuh. Kedua calon mempelai meminta restu pada orangtua masing-masing dengan disaksikan sanak keluarga. Lewat prosesi ini pula orangtua memberikan nasihat lewat lambang benda-benda yang ada dalam prosesi. Lazimnya, dilaksanakan bersamaan dengan prosesi seserahan dan dipimpin oleh Nini Pangeuyeuk (juru rias). Kata ngeuyeuk seureuh sendiri berasal dari ngaheuyeuk yang ngartinya mengolah. Acara ini biasanya dihadiri oleh kedua calon pengantin beserta keluarganya yang dilaksanakan pada malam hari sebelum akad nikah.
Pandangan hidup orang Sunda senantiasa dilandasi oleh tiga sifat utama yakni silih asih, silih asuh, dan silih asah atau secara literal diartikansebagai saling menyayangi, saling menjaga, dan mengajari. Ketiga sifat itu selalu tampak dalam berbagai upacara adat atau ritual terutama acara ngeuyeuk seureuh. Diharapkan kedua calon pengantin bisa mengamalkan sebuah peribahasa kawas gula jeung peuet (bagaikan gula dengan nira yang sudah matang) artinya hidup yang rukun, saling menyayangi dan sebisa mungkin menghindari perselisihan. Tata cara Ngeuyeuk Sereuh:
  1. Nini Pangeuyeuk memberikan 7 helai benang kanteh sepanjang 2 jengkal kepada kedua calon mempelai. Sambil duduk menghadap dan memegang ujung-ujung benang, kedua mempelai meminta izin untuk menikah kepada orangtua mereka.
  2. Pangeuyeuk membawakan Kidung berisi permohonan dan doa kepada Tuhan sambil nyawer (menaburkan beras sedikit-sedikit) kepada calon mempelai, simbol harapan hidup sejahtera bagi sang mempelai.
  3. Calon mempelai dikeprak (dipukul pelan-pelan) dengan sapu lidi, diiringi nasihat untuk saling memupuk kasih sayang.
  4. Kain putih penutup pangeuyeukan dibuka, melambangkan rumah tangga yang bersih dan tak ternoda. Menggotong dua perangkat pakaian di atas kain pelekat; melambangkan kerjasama pasangan calon suami istri dalam mengelola rumah tangga.
  5. Calon pengantin pria membelah mayang jambe dan buah pinang. Mayang jambe melambangkan hati dan perasaan wanita yang halus, buah pinang melambangkan suami istri saling mengasihi dan dapat menyesuaikan diri. Selanjutnya calon pengantin pria menumbuk alu ke dalam lumping yang dipegang oleh calon pengantin wanita.
  6. Membuat lungkun, yakni berupa dua lembar sirih bertangkai berhadapan digulung menjadi satu memanjang, lalu diikat benang. Kedua orangtua dan tamu melakukan hal yang sama, melambangkan jika ada rezeki berlebih harus dibagikan.
  7. Diaba-abai oleh pangeuyeuk, kedua calon pengantin dan tamu berebut uang yang berada di bawah tikar sambil disawer. Melambangkan berlomba mencari rezeki dan disayang keluarga.
  8. Kedua calon pengantin dan sesepuh membuang bekas ngeuyeuk seureuh ke perempatan jalan, simbolisasi membuang yang buruk dan mengharap kebahagiaan dalam menempuh hidup baru.
  9. Menyalakan tujuh buah pelita, sebuah kosmologi Sunda akan jumlah hari yang diterangi matahari dan harapan akan kejujuran dalam mebina kehidupan rumah tangga.
Pada hari yang telah ditetapkan oleh kedua keluarga calon pengantin. Rombongan keluarga calon pengantin Pria datang ke kediaman calon pengantin perempuan. Selain membawa mas kawin, biasanya juga membawa peralatan dapur, perabotan kamar tidur, kayu bakar, gentong (gerabah untuk menyimpan beras). Di daerah Priangan, susunan acara upacara akad nikah biasanya sebagai berikut:
  • Pembukaan:
  1. Penyambutan calon pengantin Pria, dalam acara ini biasanya dilaksanan upacara mapag.
  2. Mengalungkan untaian bunga melati
  3. Gunting pita
  • Penyerahan calon Pengantin Pria:
  1. Yang mewakili pemasrahan calon pengantin pria biasanya adalah orang yang dituakan dan ahli berpidato.
  2. Yang menerima dari perwakilan wanita juga diwakilkan
  • Akad Nikah:
  1. Biasanya diserahkan pada KUA
  2. Pada hari pernikahan, calon pengantin pria beserta para pengiring menuju kediaman calon pengantin wanita, disambut acara Mapag Penganten yang dipimpin oleh penari yang disebut Mang Lengser. Calon mempelai pria disambut oleh ibu calon mempelai wanita dengan mengalungkan rangkaian bunga. Selanjutnya upacara nikah sesuai agama dan dilanjutkan dengan sungkeman dan sawer.
Setelah akad nikah, masih dilakukan beberapa upacara, yaitu:
Saweran.
Merupakan upacara memberi nasihat kepada kedua mempelai yang dilaksanakan setelah acara akad nikah. Melambangkan Mempelai beserta keluarga berbagi rejeki dan kebahagiaan. Kata sawer berasal dari kata panyaweran , yang dalam bahasa Sunda berarti tempat jatuhnya air dari atap rumah atau ujung genting bagian bawah. Mungkin kata sawer ini diambil dari tempat berlangsungnya upacara adat tersebut yaitu panyaweran.Berlangsung di panyaweran (di teras atau halaman). Kedua orang tua menyawer mempelai dengan diiringi kidung. Untuk menyawer, menggunakan bokor yang diisi uang logam, beras, irisan kunyit tipis, permen. Kedua Mempelai duduk berdampingan dengan dinaungi payung, seiring kidung selesai di lantunkan, isi bokor di tabur, hadirin yang menyaksikan berebut memunguti uang receh dan permen. Bahan-bahan yang diperlukan dan digunakan dalam upacara sawer ini tidaklah lepas dari simbol dan maksud yang hendak disampaikan kepada pengantin baru ini, seperti :
  1. beras yang mengandung symbol kemakmuran. Maksudnya mudah-mudah setelah berumah tangga pengantin bisa hidup makmur
  2. uang recehan mengandung symbol kemakmuran maksudnya apabila kita mendapatkan kemakmuran kita harus ikhlas berbagi dengan Fakir dan yatim
  3. kembang gula, artinya mudah-mudah dalam melaksanakan rumah tangga mendapatkan manisnya hidup berumah tangga.
  4. kunyit, sebagai symbol kejayaan mudah-mudahan dalam hidup berumah tangga bisa meraih kejayaan.
Kemudian semua bahan dan kelengkapan itu dilemparkan, artinya kita harus bersifat dermawan. Syair-syair yang dinyanyikan pada upacara adat nyawer adalah sebagai berikut :
KIDUNG SAWER
Pangapunten kasadaya
Kanu sami araya
Rehna bade nyawer heula
Ngedalkeun eusi werdaya
Dangukeun ieu piwulang
Tawis nu mikamelang
Teu pisan dek kumalancang
Megatan ngahalang-halang
Bisina tacan kaharti
Tengetkeun masing rastiti
Ucap lampah ati-ati
Kudu silih beuli ati
Lampah ulah pasalia
Singalap hayang waluya
Upama pakiya-kiya
Ahirna matak pasea
Meuleum Harupat ( Membakar Harupat )
Mempelai pria memegang batang harupat,pengantin wanita membakar dengan lilin sampai menyala. Harupat yang sudah menyala kemudian di masukan ke dalam kendi yang di pegang mempelai wanita, diangkat kembali dan dipatahkan lalu di buang jauh jauh. Melambangkan nasihat kepada kedua mempelai untuk senantiasa bersama dalam memecahkan persoalan dalam rumah tangga. Fungsi istri dengan memegang kendi berisi air adalah untuk mendinginkan setiap persoalan yang membuat pikiran dan hati suami tidak nyaman.
Buka pintu

Diawali mengetuk pintu tiga kali. Diadakan tanya jawab dengan pantun bersahutan dari dalam dan luar pintu rumah. Setelah kalimat syahadat dibacakan, pintu dibuka. Pengantin masuk menuju pelaminan..Dialog pengantin perempuan dengan pengantin laki-laki seperti berikut ini :
KENTAR BAYUBUD
Istri : Saha eta anu kumawani
Taya tata taya bemakrama
Ketrak- ketrok kana panto

Laki-laki : Geuning bet jadi kitu
Api-api kawas nu pangling
Apan ieu teh engkang
Hayang geura tepung
Tambah teu kuat ku era
Da diluar seueur tamu nu ningali

Istri : Euleuh karah panutan

Nincak Endog (Menginjak Telur)
Mempelai pria menginjak telur di baik papan dan elekan (Batang bambu muda), kemudian mempelai wanita mencuci kaki mempelai pria dengan air di kendi, me ngelapnya sampai kering lalu kendi dipecahkan berdua. Melambangkan pengabdian istri kepada suami yang dimulai dari hari itu.
Ngaleupas Japati ( Melepas Merpati )
Ibunda kedua mempelai berjalan keluar sambil masing masing membawa burung merpati yang kemudian dilepaskan terbang di halaman. Melambang kan bahwa peran orang tua sudah berakhir hari itu karena kedua anak mereka telah mandiri dan memiliki keluarga sendiri.
Huap Lingkung (Suapan)
  1. Pasangan mempelai disuapi oleh kedua orang tua. Dimulai oleh para Ibunda yang dilanjutkan oleh kedua Ayahanda.
  2. Kedua mempelai saling menyuapi, Tersedia 7 bulatan nasi punar ( Nasi ketan kuning ) diatas piring. Saling menyuap melalui bahu masing masing kemudian satu bulatan di perebutkan keduanya untuk kemudian dibelah dua dan disuapkan kepada pasangan .
Melambangkan suapan terakhir dari orang tua karena setelah berkeluarga, kedua anak mereka harus mencari sendiri sumber kebutuhan hidup mereka dan juga menandakan bahwa kasih sayang kedua orang tua terhadap anak dan menantu itu sama besarnya.
Pabetot Bakakak (Menarik Ayam Bakar)
Kedua mempelai duduk berhadapan sambil tangan kanan mereka memegang kedua paha ayam bakakak di atas meja, kemudian pemandu acara memberi aba – aba , kedua mempelai serentak menarik bakakak ayam tersebut hinggak terbelah. Yang mendapat bagian terbesar, harus membagi dengan pasangannya dengan cara digigit bersama. Melambangkan bahwa berapapun rejeki yang didapat, harus dibagi berdua dan dinikmati bersama.
Numbas

Upacara numbas biasa dilaksanakan satu minggu setelah akad nikah. Upacara numbas mengandung maksud untuk memberi tahu kepada keluarga dan tetangga bahwa pengantin perempuan “tidak mengecewakan” pengantin laki-laki. Upacara numbas dilakukan dengan cara membagi-bagikan nasi kuning.
 
DIKUTIP DARI BEBERAPA SUMBER ARTIKEL SUNDA


UPACARA ADAT SUNDA DI BANDUNG CIMAHI DAN SEKITARNTA
Jalan Rumah Sakit Gg H Wahab RT 04/04 Ujung Berung Bandung
Telp/ WA 0857 2032 5016

Kamis, 18 September 2014

Tips Mempersiapkan Acara Pernikahan

Tips Mempersiapkan Acara Pernikahan

Acara pernikahan merupakan moment yang membutuhkan persiapan yang matang, tips berikut ini akan membantu anda mempersiapkan pra pernikahan, selama pernikahan dan setelah pernikahan berlangsung.

pernikahanSeperti pengalaman beberapa teman dan pengalaman acara pernikahan saya pribadi, waktu dua bulan menjelang hari bahagia tersebut adalah waktu yang sangat krusial, dimana waktu tersebut terasa sangat cepat, oleh karena itu, hendaknya urusan surat menyurat sudah anda selesaikan.

Beberapa yang harus anda persiapkan sebelum dan selama pernikahan antara lain:
  • 6 bulan sebelum hari penikahan, desainlah seperti apa undangan yang anda inginkan, meski anda mungkin belum tahu hari tepatnya kapan, namun urusan undangan pernikahan ini bukanlah hal yang sepele, karena membutuhkan waktu untuk mencetaknya, oleh karena itu pergunakanlah waktu yang penjang ini untuk menyelesaikan undangan.
  • 5 bulan pra pernikahan adalah waktunya anda menyelesaikan urusan surat menyurat, misalnya surat pindah, Akta kelahiran, KTP, surat keluarga, jangan sepelekan mengenai surat-surat tersebut, karena walaupun terlihat sepele namun mempersiapkan hal tersebut ternyata tidak selesai dalam satu minggu saja, oleh karena itu waktu lima bulan sebelum acara pernikahan adalah waktu yang aman untuk mempersiapkan surat-surat ini. Apalgi jika pasangan atau anda sendiri berasal dari luar daerah, atau luar pulau maka segeralah menyelesaikan surat-surat jika mendekati bulan-bulan ini.
  • 4 bulan menjelang pernikahan, carilah Penghulu, Pastor, atau Pendeta yang akan mempersatukan anda secara keagamaan. kadang anda membutuhkan cadangan nama agar jika orang pertama berhalangan pada hari pernikahan anda, anda masih mempunyai seseorang yang pasti bisa hadir dalam acara tersebut.
  • 3 bulan sebelum pernikahan, persiapkan tempat resepsi, catering, wedding organizer, dan dekorasi pernikahan. anda akan membutuhkan banyak list untuk hal ini, oleh karena itu akan sangat baik sekali apa bila anda mempersiapak sebuah catatan berisi daftar yang harus anda selesaikan. anda mungkin bisa melihat dan belajar mengenai beberapa acara pernikahan adat yang ada di website ini.
  • 2 bulan adalah waktu yang tepat untuk memeriksa kembali persiapan pernikahan anda, dan waktu yang tepat untuk mengirimkan undangan buat sanak saudara atau teman yang letaknya jauh. Susunlah kepanitian kecil yang terdiri dari keluarga atau rekan anda yang akan melaksanakan urusan pernikahan anda kelak. Serahkanlah
  • 1 bulan sebelum pernikahan berlangsung merupakan waktunya anda beristirahat dirumah atau bahasa jawa "dipingit" hal ini bertujuan agar anda bisa merawat tubuh dan menjaga kesehatan anda.
  • Untuk sisanya biarkanlah panitia yang anda bentuk sebelumnya yang akan bekerja, anda hanya sebagai mentor/pengawas, mintalah laporan dari setiap perkembangan yang sudah panitia pernikahan anda lakukan.
Semoga daftar pra pernikahan di atas membantu anda memberikan gambaran yang harus anda lakukan demi suksesnya dan keselamatan anda kelak di hari bahagia anda, Hari Pernikahan.

UPACARA ADAT SUNDA DI BANDUNG

Pernikahan Adat Sunda

UPACARA ADAT SUNDA DI BANDUNG CALL/SMS/WA 0857 203 250 16. 

pernikahan adat sundaPernikahan Adat Sunda rangkaian acaranya di mulai dari pembicaraan orang tua dari pihak kedua mempelai sampai acara yang dinamakan: muka panto (buka pintu). Bagi banyak orang Sunda, tahap-tahap proses adat pernikahan wajib dilakukan. berbagai proses acara pernikahan khas Sunda sebelum dan sesudah pernikahan adalah sebagai berikut:

Download buku acara pernikahan adat sunda GRATIS.
Pertama, tahap Nendeun Omong. Tahap ini adalah pembicaraan orang tua kedua pihak mempelai atau siapapun yang dipercaya jadi utusan pihak pria yang punya rencana mempersunting seorang gadis sunda. Orang tua atau sang utusan datang bersilaturahmi dan menyimpan pesan bahwa kelak sang gadis akan dilamar. Sebelumnya memang orang tua masing-masing sudah membuat kesepakatan untuk menjodohkan atau laki-laki dan perempuannya sudah sepakat untuk ‘mengikat janji’ dalam suatu ikatan pernikahan, maka selanjutnya orang tua pria datang sendiri atau menyuruh orang ke rumah sang gadis untuk menyampaikan niat. Intinya, neundeun omong (titip ucap, menaruh perkataan atau menyimpan janji) yang menginginkan sang gadis agar menjadi menantunya. Dalam hal ini, orang tua atau utusan memerlukan kepandaian berbicara dan berbahasa, penuh keramahan.

Kedua, tahap Lamaran. Tahap melamar atau meminang ini sebagai tindak lanjut dari tahap pertama. Proses ini dilakukan orang tua calon pengantin keluarga sunda dan keluarga dekat. Hampir mirip dengan yang pertama, bedanya dalam lamaran, orang tua laki-laki biasanya mendatangi calon besannya dengan membawa makanan atau bingkisan seadanya, membawa lamareun sebagai simbol pengikat (pameungkeut), bisa berupa uang, seperangkat pakaian, semacam cincin pertunangan, sirih pinang komplit dan lainnya, sebagai tali pengikat kepada calon pengantin perempuannya. Selanjutnya, kedua pihak mulai membicarakan waktu dan hari yang baik untuk melangsungkan pernikahan.

Ketiga, tahap Tunangan. Tahap ini adalah prosesi ‘patuker beubeur tameuh’, yaitu dilakukan penyerahan ikat pinggang warna pelangi atau polos kepada si gadis.
Keempat, tahap Seserahan (3 – 7 hari sebelum pernikahan). Calon pengantin pria membawa uang, pakaian, perabot rumah tangga, perabot dapur, makanan, dan lain-lain.
Kelima, tahap Ngeuyeuk seureuh (opsional, jika ngeuyeuk seureuh tidak dilakukan, maka seserahan dilaksanakan sesaat sebelum akad nikah). Tahap ini dilakukan sebagai berikut:

1. Dipimpin Pengeuyeuk.
2. Pengeuyek mewejang kedua calon pengantin agar meminta ijin dan doa restu kepada kedua orang tua serta memberikan nasehat melalui lambang-lambang atau benda yang disediakan berupa parawanten, pangradinan dan sebagainya.
3. Diiringi lagu kidung oleh Pangeuyeuk
4. Disawer beras, agar hidup sejahtera.
5. dikeprak dengan sapu lidi disertai nasehat agar memupuk kasih sayang dan giat bekerja.
6. Membuka kain putih penutup pengeuyeuk. Melambangkan rumah tangga yang akan dibina masih bersih dan belum ternoda.
7. Membelah mayang jambe dan buah pinang (oleh calon pengantin pria). Bermakna agar keduanya saling mengasihi dan dapat menyesuaikan diri.
8. Menumbukkan alu ke dalam lumpang sebanyak tiga kali (oleh calon pengantin pria).
Keenam, tahap Membuat Lungkun. Dua lembar sirih bertangkai saling dihadapkan. Digulung menjadi satu memanjang. Diikat dengan benang kanteh. Diikuti kedua orang tua dan para tamu yang hadir. Maknanya, agar kelak rejeki yang diperoleh bila berlebihan dapat dibagikan kepada saudara dan handai taulan.

Ketujuh, tahap Berebut uang di bawah tikar sambil disawer. Melambangkan berlomba mencari rejeki dan disayang keluarga.
Kedepalan, tahap Upacara Prosesi Pernikahan:

1. Penjemputan calon pengantin pria , oleh utusan dari pihak wanita
2. Ngabageakeun, ibu calon pengantin wanita menyambut dengan pengalungan bunga melati kepada calon pengantin pria, kemudian diapit oleh kedua orang tua calon pengantin wanita untuk masuk menuju pelaminan.
3. Akad nikah, petugas KUA, para saksi, pengantin pria sudah berada di tempat nikah. Kedua orang tua menjemput pengantin wanita dari kamar, lalu didudukkan di sebelah kiri pengantin pria dan dikerudungi dengan tiung panjang, yang berarti penyatuan dua insan yang masih murni. Kerudung baru dibuka saat kedua mempelai akan menandatangani surat nikah.
4. Sungkeman,
5. Wejangan, oleh ayah pengantin wanita atau keluarganya.
6. Saweran, kedua pengantin didudukkan di kursi. Sambil penyaweran, pantun sawer dinyanyikan. Pantun berisi petuah utusan orang tua pengantin wanita. Kedua pengantin dipayungi payung besar diselingi taburan beras kuning atau kunyit ke atas payung.
7. Meuleum harupat, pengantin wanita menyalakan harupat dengan lilin. Harupat disiram pengantin wanita dengan kendi air. Lantas harupat dipatahkan pengantin pria.
8. Nincak endog (menginjak telur), pengantin pria menginjak telur dan elekan sampai pecah. Lantas kakinya dicuci dengan air bunga dan dilap pengantin wanita.
9. Muka Panto (buka pintu). Diawali mengetuk pintu tiga kali. Diadakan tanya jawab dengan pantun bersahutan dari dalam dan luar pintu rumah. Setelah kalimat syahadat dibacakan, pintu dibuka. Pengantin masuk menuju pelaminan.

Rabu, 20 Agustus 2014

upacara adat sunda mapag pengantin bandung call 0857 203 250 16.

Upacara, Adat, Sunda, Degung, Kacapi Suling, Mapag Panganten, Prosesi Seni, Upacara Adat, Tembang Sunda, Celempungan / Kawih, Kiliningan, Tari Klasik, Tari Jaipongan, Ngaras / Siraman / Ngeuyeuk Seureuh, Electone, Photography, Video, Upacara Adat, Upacara Sunda, Degung, Kacapi Suling, Upacara Mapag Panganten, Upacara Prosesi Seni, Upacara Adat, Tembang Sunda, Celempungan / Kawih, Kiliningan, Tari Klasik, Tari Jaipongan, Ngaras / Siraman / Ngeuyeuk Seureuh, Electone, Photography, Video, Upacara Adat Sunda, Upacara Sunda, Degung, Kacapi Suling, Upacara Sunda Mapag Panganten, Upacara Sunda Prosesi Seni, Upacara Adat Sunda, Tembang Sunda, Celempungan / Kawih, Kiliningan, Tari Klasik, Tari Jaipongan, Ngaras / Siraman / Ngeuyeuk Seureuh, Electone, Photography, Video, Upacara Adat Sunda, Upacara Sunda, Degung, Kacapi Suling, Upacara Adat Sunda Mapag Panganten, Upacara Adat Sunda Prosesi Seni, Upacara Adat Sunda, Tembang Sunda, Celempungan / Kawih, Kiliningan, Tari Klasik, Tari Jaipongan, Ngaras,Siraman, Ngeuyeuk Seureuh, Electone, Photography, Video.

" SANGGAR DASELA  "


MENERIMA PAKET ACARA UPACARA ADAT SUNDA TERLENGKAP DENGAN KONSEP ELIT, ELEGAN DAN BERKELAS DI KOTA BANDUNG.

DIANTARA PAKET NYA ADALAH:

1.UPACARA ADAT SUNDA MAPAG MENGANTIN PAKET 1

  1. PAYUNG AGUNG 1 PERSONIL
  2. PAYUNG KENCANA 4 PERSONIL
  3. PENARI MERAK ATAU BADAYA 4 PERSONIL
  4. AKI LENGSER 
  5. PENARI BAKSA 2 PERSONIL
  6. PENARI RAMA DAN SHINTA
  7. SAWER , MELEM HARUPAT PLUS INJAK TELUR, SUNGKEM
  8. DEGUNG 
  9. GAMELAN LIVE PLUS NAYAGA

Upacara Adat Sunda Lengser versi musik degung  

harga/biaya  Rp 9.5 jt.



2.UPACARA ADAT SUNDA MAPAG PENGANTIN PAKET 2

  1. PAYUNG AGUNG 1 PERSONIL
  2. PAYUNG KENCANA 2 PERSONIL
  3. PENARI MERAK ATAU BADAYA 4 PERSONIL
  4. PENARI BAKSA 1 PERSONIL
  5. RAMA DAN SHINTA
  6. AKI LENGSER
  7. SAWER , SUNGKEM , MELEMHARUPAT DAN INJAK TELUR
  8. GAMELAN LIVE PLUS NAYAGA
  9. KACAPIAN


Upacara Adat Sunda Lengser versi kacapi suling  

harga/biaya  Rp 8.5 jt.



SEMUA MENU TERSEBUT DI ATAS SUDAH DI PAKET SETIAP PAKET NYA SILAHKAN ANDA PILIH SENDIRI
AGAR RESEPSI ANDA AKAN LEBIH BERKELAS, ELIT DAN ELEGAN ....

TUNGGU APALAGI SILAHKAN KONTAK LANGSUNG 

0857 203 250 16

Senin, 30 Juni 2014

Jasa Upacara pernikahan adat sunda Mapag Panganten di Bandung

Upacara Adat Sunda di Bandung Call 0857 203 250 16 , Upacara Adat Perkawinan / Pernikahan Sunda Lengkap untuk akad nikah dan resepsi Wedding. Hiburan Musik Elektune / Organ Tunggal, Hiburan Musik Degung, Hiburan Musik Kacapi Suling, Acara Adat Sunda Lengser / Mapag Panganten,Siraman.
 
“Aksi Lengser yang kerap mengundang tawa” Upacara adat mapag panganten ” (sambut pengantin). Kesenian semacam ini biasanya tak hanya ada dalam pesta pernikahan saja,namun kerap juga ditampilkan dalam menyambut kedatangan para pejabat atau tamu negara.Upacara mapag panganten kaya dengan berbagai atraksi seni, dan melibatkan banyak seniman. Ada aneka tarian, seni karawitan, bodoran (komedi), pelajaran tentang kehidupan yang ditunjukkan simbol-simbol kesenian, dan lain-lain. Kesenian ini melibatkan sejumlah pemain gamelan, penari, pembawa umbul-umbul, dan Ki Lengser (sering disebut “lengser” saja). 
 Kehadiran Ki Lengser atau Mang lengser biasanya menjadi sosok yang menarik perhatian
penonton atau tamu undangan. Pasalnya dialah yang mengarahkan jalannya upacara tersebut. Begitu rombongan kedua mempelai datang ke gedung/ tempat resepsi, Lengser-lah yang akan menyambut dan mengarahkan mereka ke kursi pelaminan dengan diiringi para penari dan pembawa umbul-umbul.Peran Lengser ini biasanya dilakoni oleh seorang pria. Kalau pun ada Lengser wanita hanyalah berperan sebagai pendamping Lengser pria (sering disebut “ambu” ). Karena peranannya sebagai sosok panutan masyarakat yang dituakan, dan juga sebagai simbol penasehat dalam pernikahan, maka sosok Lengser lebih sering diperankan sebagai seorang kakek.
  Pakaian yang dikenakan Lengser biasanya terdiri dari: baju kampret,celana pangsi dilengkapi dengan sarung yang diselendangkan, dan totopong (ikat kepala).Dengan memperlihatkan giginya yang ompong dan gerakan tari yang lucu, kehadirannya tak pelak selalu mengundang tawa penonton/ tamu undangan.
Seperti sudah disebutkan di atas, Upacara mapag panganten juga menampilkan berbagai tarian.
Salah satu yang sering dipertunjukkan adalah tari merak. Tarian ini menggambarkan gerakan burung merak yang sedang memamerkan keindahan bulu sayapnya yang memiliki gradasi aneka warna.

“Penampilan para penari yang membawakan tari merak dalam sebuah acara resepsi pernikahan” Upacara mapag panganten biasanya tidak berlangsung lama, karena fungsinya hanya untuk menyambut kedatangan kedua mempelai dan mengantarkannya ke kursi pelaminan. Namun meski begitu,kehadirannya kerap ditunggu dan mengundang decak kagum banyak orang.

Semoga saja atraksi seni tradisional semacam ini tetap lestari hingga nanti, dan juga diminati oleh berbagai generasi.



Upacara, Adat, Sunda, Degung, Kacapi Suling, Mapag Panganten, Prosesi Seni, Upacara Adat, Tembang Sunda, Celempungan / Kawih, Kiliningan, Tari Klasik, Tari Jaipongan, Ngaras / Siraman / Ngeuyeuk Seureuh, Electone, Photography, Video, Upacara Adat, Upacara Sunda, Degung, Kacapi Suling, Upacara Mapag Panganten, Upacara Prosesi Seni, Upacara Adat, Tembang Sunda, Celempungan / Kawih, Kiliningan, Tari Klasik, Tari Jaipongan, Ngaras / Siraman / Ngeuyeuk Seureuh, Electone, Photography, Video, Upacara Adat Sunda, Upacara Sunda, Degung, Kacapi Suling, Upacara Sunda Mapag Panganten, Upacara Sunda Prosesi Seni, Upacara Adat Sunda, Tembang Sunda, Celempungan / Kawih, Kiliningan, Tari Klasik, Tari Jaipongan, Ngaras / Siraman / Ngeuyeuk Seureuh, Electone, Photography, Video, Upacara Adat Sunda, Upacara Sunda, Degung, Kacapi Suling, Upacara Adat Sunda Mapag Panganten, Upacara Adat Sunda Prosesi Seni, Upacara Adat Sunda, Tembang Sunda, Celempungan / Kawih, Kiliningan, Tari Klasik, Tari Jaipongan, Ngaras / Siraman / Ngeuyeuk Seureuh, Electone, Photography, Video

Upacara, Adat, Sunda, Degung, Kacapi Suling, Mapag Panganten, Prosesi Seni, Upacara Adat, Tembang Sunda, Celempungan / Kawih, Kiliningan, Tari Klasik, Tari Jaipongan, Ngaras / Siraman / Ngeuyeuk Seureuh, Electone, Photography, Video, Upacara Adat, Upacara Sunda, Degung, Kacapi Suling, Upacara Mapag Panganten, Upacara Prosesi Seni, Upacara Adat, Tembang Sunda, Celempungan / Kawih, Kiliningan, Tari Klasik, Tari Jaipongan, Ngaras / Siraman / Ngeuyeuk Seureuh, Electone, Photography, Video, Upacara Adat Sunda, Upacara Sunda, Degung, Kacapi Suling, Upacara Sunda Mapag Panganten, Upacara Sunda Prosesi Seni, Upacara Adat Sunda, Tembang Sunda, Celempungan / Kawih, Kiliningan, Tari Klasik, Tari Jaipongan, Ngaras / Siraman / Ngeuyeuk Seureuh, Electone, Photography, Video, Upacara Adat Sunda, Upacara Sunda, Degung, Kacapi Suling, Upacara Adat Sunda Mapag Panganten, Upacara Adat Sunda Prosesi Seni, Upacara Adat Sunda, Tembang Sunda, Celempungan / Kawih, Kiliningan, Tari Klasik, Tari Jaipongan, Ngaras / Siraman / Ngeuyeuk Seureuh, Electone, Photography, Video

Upacara, Adat, Sunda, Degung, Kacapi Suling, Mapag Panganten, Prosesi Seni, Upacara Adat, Tembang Sunda, Celempungan / Kawih, Kiliningan, Tari Klasik, Tari Jaipongan, Ngaras / Siraman / Ngeuyeuk Seureuh, Electone, Photography, Video, Upacara Adat, Upacara Sunda, Degung, Kacapi Suling, Upacara Mapag Panganten, Upacara Prosesi Seni, Upacara Adat, Tembang Sunda, Celempungan / Kawih, Kiliningan, Tari Klasik, Tari Jaipongan, Ngaras / Siraman / Ngeuyeuk Seureuh, Electone, Photography, Video, Upacara Adat Sunda, Upacara Sunda, Degung, Kacapi Suling, Upacara Sunda Mapag Panganten, Upacara Sunda Prosesi Seni, Upacara Adat Sunda, Tembang Sunda, Celempungan / Kawih, Kiliningan, Tari Klasik, Tari Jaipongan, Ngaras / Siraman / Ngeuyeuk Seureuh, Electone, Photography, Video, Upacara Adat Sunda, Upacara Sunda, Degung, Kacapi Suling, Upacara Adat Sunda Mapag Panganten, Upacara Adat Sunda Prosesi Seni, Upacara Adat Sunda, Tembang Sunda, Celempungan / Kawih, Kiliningan, Tari Klasik, Tari Jaipongan, Ngaras / Siraman / Ngeuyeuk Seureuh, Electone, Photography, Video
Add caption
Upacara, Adat, Sunda, Degung, Kacapi Suling, Mapag Panganten, Prosesi Seni, Upacara Adat, Tembang Sunda, Celempungan / Kawih, Kiliningan, Tari Klasik, Tari Jaipongan, Ngaras / Siraman / Ngeuyeuk Seureuh, Electone, Photography, Video, Upacara Adat, Upacara Sunda, Degung, Kacapi Suling, Upacara Mapag Panganten, Upacara Prosesi Seni, Upacara Adat, Tembang Sunda, Celempungan / Kawih, Kiliningan, Tari Klasik, Tari Jaipongan, Ngaras / Siraman / Ngeuyeuk Seureuh, Electone, Photography, Video, Upacara Adat Sunda, Upacara Sunda, Degung, Kacapi Suling, Upacara Sunda Mapag Panganten, Upacara Sunda Prosesi Seni, Upacara Adat Sunda, Tembang Sunda, Celempungan / Kawih, Kiliningan, Tari Klasik, Tari Jaipongan, Ngaras / Siraman / Ngeuyeuk Seureuh, Electone, Photography, Video, Upacara Adat Sunda, Upacara Sunda, Degung, Kacapi Suling, Upacara Adat Sunda Mapag Panganten, Upacara Adat Sunda Prosesi Seni, Upacara Adat Sunda, Tembang Sunda, Celempungan / Kawih, Kiliningan, Tari Klasik, Tari Jaipongan, Ngaras / Siraman / Ngeuyeuk Seureuh, Electone, Photography, Video

Minggu, 29 Juni 2014

Jasa Upacara pernikahan adat sunda di Bandung

Upacara pernikahan adat sunda di bandung Call 0857 203 250 16.

Menerima Paket Upacara Adat Sunda Mapag Panganten,terbaik, terkonsep,rapih,dan elegan sesuai permintaan anda.SANGGAR DASELA akan membantu dan mengurus anda dari awal akad nikah sampe Resepsi.

Menu Paket :

1.Upacara adat sunda

- sawer,sungkem,meleumharupat/injak telur,huap lingkung 

2.Siraman

- Kecapi , suling dan sinden

- Pemandu Adat Ngaras

3.Upacara adat Sunda Mapag Panganten

- Penari Badaya atau Merak sesuai permintaan

- Penari Baksa

- Penari Aki Lengser

- Penari Rama dan Shinta

- Penari payung agung dan Kencana

- Music Gamelan Live

- Mc akad dan Resepsi

4.Sounds sistem

5.Electone atau akustik

SANGGAR DASELA  akan membantu acara resepsi anda dengan terbaik, terkonsep,rapih,dan elegan dari awal akad nikah sampai Resepsi.

Jangan Pernah tertarik dari Paketan orang lain tanpa kita tau jenis nya dan konsep nya yg mendetail,karna orang yang hajat Bagus dan jelek nya akan di bicarakan orang lain.

Serahkan pada ahlinya SANGGAR DASELA akan membantu anda dengan maximal dan acara resepsi anda akan selalu Manis untuk di Kenang.